MANIK, ROSMAIDA MARIA and Baska, Dwi Yunita (2026) Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas Hari Ke 3-7 dengan Masalah ASI Tidak Lancar di Klinik "MA" Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
Cover , lembar persetujuan dan lainnya.pdf Download (388kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (761kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (272kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (504kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
Dapus dan Lampiran.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
LTA full.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Cakupan pemberian ASI eksklusif di Kota Bengkulu masih tergolong rendah, yaitu hanya 0,89% pada tahun 2024. Salah satu penyebab utamanya adalah pengeluaran ASI yang tidak lancar pada awal masa nifas (hari ke 3–7). Pengeluaran ASI tidak lancar dipengaruhi oleh kecemasan, kelelahan, serta terhambatnya kerja hormon prolaktin dan refleks oksitosin. Pijat laktasi merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk memberikan efek relaksasi, mengurangi ketegangan, serta merangsang peningkatan produksi dan pengeluaran ASI. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu nifas hari ke 3–7 dengan masalah ASI tidak lancar melalui penerapan intervensi pijat laktasi di Klinik "MA" Kota Bengkulu Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Subjek studi kasus adalah Ny. M usia 32 tahun P1A0 nifas hari ke-3 dengan masalah ASI tidak lancar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi), observasi, dan studi dokumentasi. Intervensi pijat laktasi diberikan selama 5 hari berturut-turut pada area leher, bahu, punggung, dan payudara dengan memberdayakan pendampingan suami/keluarga. Pada pengkajian awal (hari ke-3 nifas), didapatkan ASI keluar hanya sedikit, payudara teraba penuh dan sedikit nyeri, serta ibu merasa cemas dan kurang istirahat. Setelah diberikan asuhan kebidanan dan intervensi pijat laktasi 2 kali sehari selama 5 hari, terjadi peningkatan produksi dan kelancaran pengeluaran ASI. Pada hari ke-3 intervensi (hari ke-5 nifas), ASI sudah keluar lebih lancar, rasa penuh dan nyeri payudara berkurang, serta bayi tampak puas menyusu dengan frekuensi BAK 6–7 kali sehari. Kesimpulan: Penerapan asuhan kebidanan dengan teknik pijat laktasi efektif dalam mengatasi masalah ASI tidak lancar pada ibu nifas hari ke 3–7. Bidan diharapkan dapat terus mengedukasi serta memberdayakan keluarga dalam pelaksanaan pijat laktasi untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Kebidanan, Ibu Nifas, ASI Tidak Lancar, Pijat Laktasi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Depositing User: | Unnamed user with email ebookperawat@gmail.com |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 06:26 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 06:32 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4252 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
