NURAINI, SELLY and Hartini, Lela and Rina, Rina (2026) Faktor Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Kader dalam Pelayanan Posyandu di wilayah Kerja Puskesmas Kandang Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN SELLY.pdf Download (601kB) |
|
|
Text
BAB 1 SELLY.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
BAB II SELLY.pdf Download (465kB) |
|
|
Text
BAB III SELLY.pdf Restricted to Repository staff only Download (449kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV SELLY.pdf Restricted to Repository staff only Download (555kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V SELLY.pdf Download (58kB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG SELLY.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
SKRIPSI FULL SELLY.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan aktif kader. Di wilayah kerja Puskesmas Kandang masih terdapat Posyandu tidak aktif sebesar 35,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Kandang tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah seluruh kader Posyandu diwilayah kerja Puskesmas Kandang sebanyak 78 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader memiliki pengetahuan baik (75,6%), berada pada usia muda (73,1%), berpendidikan tinggi (71,8%), telah menjadi kader lebih dari tiga tahun (82,1%), pernah mengikuti pelatihan (72,4%), dan termasuk kader aktif (88,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,020), dan tingkat pendidikan (p=0,006), lama menjadi kader (p=0,028), dan pelatihan (p=0,003) dengan keaktifan kader. Umur (p=0,735) tidak berhubungan dengan keaktifan kader. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa pelatihan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan keaktifan kader Posyandu. Variabel pelatihan memiliki nilai p = 0,008 dan Exp(B) sebesar 10,111. Kader yang pernah mengikuti pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk aktif dibandingkan kader yang tidak pernah mengikuti pelatihan setelah dikontrol oleh lama menjadi kader. Puskesmas disarankan memberikan pembinaan dan pendampingan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan kader. Materi pembinaan perlu disusun secara sederhana, praktis, dan mudah dipahami agar setiap kader memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan pelayanan Posyandu.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Posyandu, Keaktifan Kader, Faktor-Faktor |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > D4 Kebidanan dan Profesi Bidan |
| Depositing User: | KEBIDANAN KEBIDANAN |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 03:49 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 03:49 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4724 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
