KARTIKA, NADIA DWI and Elly, Nur and Annisa, Rahma (2026) Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Stabilitas Homeostasis Suhu Pada Bayi Baru Lahir Di Klinik Pratama Mutiara Agma Kota Bengkulu Tahun 2026. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB 1.pdf Download (360kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (419kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (236kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (527kB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (402kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 6.pdf Restricted to Repository staff only Download (382kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAGIAN BELAKANG.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
bab 7 3.pdf Download (322kB) |
|
|
Text
hal depan 334_removed.pdf Download (925kB) |
|
|
Text
SKRIPSI NADIA DWI KARTIKA CETAKkkkkkk (1)RT4ET(1).pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Bayi baru lahir memiliki kemampuan termoregulasi yang belum matang sehingga berisiko mengalami hipotermia. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) melalui kontak kulit ke kulit merupakan intervensi yang direkomendasikan untuk membantu mempertahankan homeostasis suhu tubuh bayi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pelaksanaan IMD terhadap homeostasis suhu tubuh bayi baru lahir di Klinik "MA" Kota Bengkulu Tahun 2026. Metode: Penelitian quasi experimental dengan desain pretest-posttest melibatkan 60 bayi baru lahir yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kontrol (n=30) menggunakan consecutive sampling. Suhu tubuh diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Rata-rata suhu tubuh kelompok intervensi meningkat dari 36,81±0,165°C menjadi 37,07±0,194°C, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 36,80±0,202°C menjadi 36,87±0,207°C. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p<0,001). Peningkatan suhu pada kelompok intervensi (0,27°C) lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (0,07°C). Uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pelaksanaan IMD terhadap homeostasis suhu tubuh bayi baru lahir (Z=-5,996; p<0,001). Kesimpulan: Pelaksanaan IMD berpengaruh signifikan terhadap homeostasis suhu tubuh bayi baru lahir. IMD lebih efektif dalam mempertahankan kestabilan suhu tubuh dibandingkan perawatan rutin sehingga direkomendasikan sebagai bagian dari pelayanan esensial bayi baru lahir. Saran: Pelaksanaan IMD sesuai standar hendaknya dilakukan sebagai bagian dari pelayanan esensial bayi baru lahir untuk mempertahankan homeostasis suhu tubuh dan mencegah hipotermia.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bayi baru lahir, Homeostasis suhu tubuh, Inisiasi Menyusu Dini, Skin-to-skin contact, Termoregulasi. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > D4 Keperawatan dan Profesi Ners |
| Depositing User: | KEPERAWATA KEPERAWATAN |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 02:35 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4329 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
