Pengaruh Pemberian Kombinasi Jus Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dan Air Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Glukosa Darah pada Usia Pra Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2026

MARTCELA, SHERLY and wahyudi, Anang and Natan, Okdi (2026) Pengaruh Pemberian Kombinasi Jus Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dan Air Rebusan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Glukosa Darah pada Usia Pra Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (657kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (240kB)
[img] Text
BAB ll.pdf

Download (424kB)
[img] Text
BAB lll.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB) | Request a copy
[img] Text
BAB lV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (401kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (82kB)
[img] Text
HALAMAN BELAKANG.pdf

Download (2MB)
[img] Text
SKRIPSI FULL SHERLY.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah adalah melalui pemanfaatan pangan lokal yang kaya serat dan antioksidan, seperti buah naga merah dan daun kelor. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian kombinasi jus buah naga merah dan air rebusan daun kelor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experimental dengan Pretest- Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing 12 responden. Kelompok perlakuan diberikan kombinasi jus buah naga merah dan air rebusan daun kelor 2 kali sehari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol diberikan jus buah naga merah. Analisis data menggunakan Wilcoxon Rank Test, Mann Whitney, dan Mancova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar GDS pada kelompok perlakuan menurun dari 230,42 ± 23,88 mg/dL menjadi 161,33 ± 29,74 mg/dL. Pada kelompok kontrol, rata-rata kadar GDS menurun dari 229,83 ± 26,89 mg/dL menjadi 200,50 ± 21,90 mg/dL. Hasil uji Wilcoxon Rank Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah intervensi (p≤0,05). Kesimpulan: Pemberian kombinasi jus buah naga merah dan air rebusan daun kelor berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada usia pra lansia penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan lebih efektif dibandingkan intervensi pada kelompok kontrol. Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, glukosa darah sewaktu, buah naga merah, daun kelor, pra lansia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2, glukosa darah sewaktu, buah naga merah, daun kelor, pra lansia.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan Gizi > D4 Gizi
Depositing User: GIZI GIZI
Date Deposited: 11 Sep 2026 02:44
Last Modified: 11 Sep 2026 02:44
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/5256

Actions (login required)

View Item View Item