Gambaran Kadar Kreatinin dan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada Pengonsumsi Susu Protein di Pusat Kebugaran Kota Bengkulu Tahun 2026

KAMER, ANDARA OKTI and Welkriana, Putri Widelia (2026) Gambaran Kadar Kreatinin dan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada Pengonsumsi Susu Protein di Pusat Kebugaran Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
Andara hlm depan.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (321kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (860kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (826kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (449kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (456kB)
[img] Text
Halaman Belakang.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Andara Full teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi susu protein pada individu yang aktif berolahraga, khususnya latihan beban, semakin meningkat untuk menunjang pembentukan massa otot dan performa fisik. Namun, asupan protein tinggi dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan beban kerja ginjal. Pemeriksaan kadar kreatinin serum dan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) digunakan sebagai parameter untuk menilai fungsi ginjal secara dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kadar kreatinin dan eGFR pada pengonsumsi susu protein di pusat kebugaran Kota Bengkulu tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling pada 30 responden. Pemeriksaan kadar kreatinin dilakukan dengan metode Jaffe menggunakan spektrofotometer, sedangkan nilai eGFR dihitung menggunakan rumus CKD-EPI berdasarkan kadar kreatinin serum, usia, dan jenis kelamin. Hasil: Rata-rata kadar kreatinin sebesar 0,99 ± 0,37 mg/dL dengan nilai minimum 0,54 mg/dL dan maksimum 1,88 mg/dL. Rata-rata nilai eGFR sebesar 101,57 ± 27,47 mL/menit/1,73 m². Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (76,67%) dan mengonsumsi susu protein secara rutin (73,33%). Kesimpulan: Mayoritas pengonsumsi susu protein di pusat kebugaran Kota Bengkulu masih memiliki fungsi ginjal dalam batas normal, meskipun sebagian kecil responden menunjukkan peningkatan kadar kreatinin dan penurunan nilai eGFR.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: susu protein, kreatinin, estimated glomerular filtration rate (eGFR)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: ANALIS KESEHATAN
Date Deposited: 08 Sep 2026 06:16
Last Modified: 08 Sep 2026 06:16
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4828

Actions (login required)

View Item View Item