Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 6 Kota Bengkulu Tahun 2026

WULANDARI, RISKA NOPITA and Dewi, Ratna and Widiyanti, Desi (2026) Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 6 Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
halaman depan fiks.pdf

Download (823kB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (222kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (290kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (303kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (264kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (142kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.pdf

Download (5MB)
[img] Text
RPL SKRIPSI FULL RISKA NOPITA WULANDARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta prestasi belajar.Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi anemia pada kelompok usia 15-24 tahun mencapai 15,5% dengan prevalensi pada Perempuan sebesar 18%. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia adalah pola makan yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 6 Kota Bengkulu Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kolerasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VII, VIII, IX di SMPN 6 Kota Bengkulu sebanyak 134 siswi, dengan sampel sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Data pola makan diperoleh menggunakan kuisioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian anemia diukur melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) menggunakan alat Easy Touch. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 101 responden, sebagian besar remaja putri memiliki pola makan baik yaitu sebanyak 78 responden (77,2%), sedangkan yang memiliki pola makan kurang sebanyak 23 responden (22,8%). Sebagian besar responden tidak mengalami anemia yaitu 82 responden (81,8%), sedangkan yang mengalami anemia 19 responden (18,8%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,035 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) = 3,3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri, remaja putri yang memiliki pola makan kurang baik berisiko 3,3 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan remaja putri dengan pola makan baik. Disarankan kepada remaja putri untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, terutama meningkatkan konsumsi makanan sumber zat besi, serta mematuhi konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia. Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan terus memberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat untuk mencegah anemia pada remaja putri

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pola makan, anemia, remaja putri, hemoglobin.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Jurusan Kebidanan > D4 Kebidanan dan Profesi Bidan
Depositing User: KEBIDANAN KEBIDANAN
Date Deposited: 04 Sep 2026 02:31
Last Modified: 04 Sep 2026 02:31
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4674

Actions (login required)

View Item View Item