AGUSTINA, INEZ and Febriyanto, Tedy (2026) Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus pada Sayuran yang Dijual Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
cover fix.pdf Download (707kB) |
|
|
Text
bab 1.1.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
bab 2.2.pdf Download (801kB) |
|
|
Text
bab 3.3.pdf Restricted to Repository staff only Download (383kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 4.4.pdf Restricted to Repository staff only Download (367kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 5.5.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
lampiran fix.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
BISMILLAH KTI INES AGUSTINA fix.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Di Indonesia, infeksi cacing nematoda usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Salah satu cara telur cacing menyebar adalah melalui konsumsi sayuran mentah yang tercemar dengan telur cacing. Ini terjadi karena keadaan lingkungan dan sanitasi pedagang yang buruk di pasar tradisional. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keberadaan dan jenis telur cacing nematoda usus yang ditemukan pada sayuran yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu pada tahun 2025. Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan laboratorium. Sebanyak tiga puluh sampel sayuran, termasuk kubis, selada, dan kemangi, diambil menggunakan metode sampel purposive. Untuk pengamatan mikroskopis, sampel diperiksa di Laboratorium Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu menggunakan metode sedimentasi dengan larutan natrium klorida 0,9% dan pewarnaan eosin 2%. Hasil tersebut disesuaikan dengan atlas telur cacing. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel sayuran, 14 sampel (46,7%) positif terkontaminasi telur cacing Nematoda Usus, sementara 16 sampel (53,3%) dinyatakan negatif. Seluruh kontaminasi yang ditemukan adalah spesies Ascaris Sp. Tingkat kontaminasi tertinggi ditemukan pada sayuran kemangi dengan 10 sampel positif dari 10 sampel (33%), sayuran kubis ditemukan sebanyak 2 sampel positif dari 10 sampel (7%), diikuti dengan selada sebanyak 2 sampel yang positif dari 10 sampel. Selain Ascaris sp, ditemukan pula keberadaan telur cacing golongan Trematoda Usus pada beberapa sampel. Kesimpulan: Kontaminasi telur cacing nematoda usus pada sayuran di lokasi penelitian tergolong tinggi, terutama pada sayur kemangi. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dimungkinkan turut menyebabkan hal tersebut diantaranya: aspek lokasi penanaman, penanganan sayuran yang tidak higienis, dan sanitasi pasar yang kurang bersih. Masyarakat disarankan untuk mencuci sayuran di bawah air mengalir dengan benar sebelum dikonsumsi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nematoda Usus, Ascaris sp, Sayuran, Pasar Tradisional, Kota Bengkulu. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 06:44 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 06:44 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4452 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
