QAIDATUL PUTRI, ZIFA and Farizal, Jon (2026) Gambaran Kadar Albumin Serum Pada Pasien Skizofrenia Yang Mengkonsumsi Obat Antipsikotik Di Rskj Soeprapto Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
Bab 1 REPOSITORY.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
BAB II REPOSITORY.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
BAB III REPOSITORY.pdf Restricted to Repository staff only Download (321kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV REPOSITORY.pdf Restricted to Repository staff only Download (230kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V REPOSITORY.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka REPOSITORY.pdf Download (861kB) |
|
|
Text
Halaman depan REPOSITORY DAFTAR ISI RAPI.pdf Download (407kB) |
|
|
Text
KTI SCAN WATERMAK FULL DAFTAR ISI RAPI.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang memerlukan pengobatan antipsikotik dalam jangka panjang. Penggunaan obat antipsikotik dapat mempengaruhi metabolisme tubuh, termasuk kadar albumin serum. Albumin memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan membantu mengikat serta mengangkut berbagai zat, termasuk obat antipsikotik. Perubahan kadar albumin dapat mempengaruhi efektivitas pengobatan dan kondisi kesehatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar albumin serum pada pasien skizofrenia yang mengkonsumsi obat antipsikotik serta distribusi responden berdasarkan lama mengkonsumsi obat antipsikotik dan rata - rata usia di RSKJ Soeprapto Kota Bengkulu Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pemeriksaan kadar albumin dilakukan dengan metode Bromocresol Green (BCG) menggunakan alat spektrofotometer. Hasil: Dari 30 responden, sebanyak 19 responden (63,3%) memiliki kadar albumin normal dan 11 responden (36,7%) memiliki kadar albumin abnormal berupa peningkatan kadar albumin serum. Berdasarkan lama mengkonsumsi obat, sebanyak 17 responden (56,7%) mengkonsumsi obat antipsikotik selama 1–5 tahun dan 13 responden (43,3%) selama 6–10 tahun. Sebagian besar responden berada pada rentang usia 26–35 tahun sebanyak 19 responden (63,3%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien skizofrenia yang mengkonsumsi obat antipsikotik memiliki kadar albumin serum dalam batas normal. Tidak ditemukannya hipoalbuminemia menunjukkan bahwa mayoritas pasien masih memiliki kondisi metabolisme dan status gizi yang cukup baik. Peningkatan kadar albumin pada beberapa responden diduga dipengaruhi oleh kondisi dehidrasi ringan, pola makan yang kurang teratur, serta efek samping obat antipsikotik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Skizofrenia, Albumin Serum, Antipsikotik, Kadar Albumin, Metode BCG. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 02:05 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 02:05 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
