INDRIANI, RARA HIJAH and Susanto, Ari (2026) Gambaran Telur Cacing Soil Transmitted Helminths (Sth) Pada Kuku Anak Usia 1-6 Tahun Di Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB I RARA.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (561kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (219kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG (DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
HALAMAN DEPAN (Kover,dll) 2.pdf Download (765kB) |
|
|
Text
KARYA TULIS ILMIAH WATERMAK (FIXSSSSSSSSSSSS).pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang : Infeksi soil transmtted Helminths (STH)) masih merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang banyak dijumpai di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing, khususnya Soil Transmitted Helminths (STH), yaitu kelompok parasit nematoda yang dapat menginfeksi manusia melalui telur atau larva yang berkembang di tanah. Kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti tidak menjaga kebersihan tangan dan kuku, dapat meningkatkan risiko infeksi karena telur cacing dapat menempel di bawah kuku dan masuk ke dalam tubuh saat makan.Antara personal hygiene, khususnya kebersihan kuku, dengan kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya atau tidak infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku tangan dan kuku kaki anak usia 1–6 tahun di Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini mengunakan desain survei deskriptif dengan pemeriksaan kuku Sedimentasi Nacl 0,9%. Sampel penelitian anak usia 1-6 tahun yang diambil dengan teknik purposive sampling di Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu,Kota Bengkulu, dengan jumlah sebanyak 30 anak. Hasil: Dari jumlah 30 sampel,tidak ditemukan telur cacing Ascaris Lumbricoides, Tricuris Trichiura dan Hoowkrom (Negatif). Kesimpulan: Pada pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya telur Soil Transmitted Helminths (STH) pada sampel yang diperiksa. Efektivitas program pemberian obat cacing serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dibarengi dengan sanitasi lingkungan yang memadai diduga menjadi faktor utama tidak ditemukannya kasus infeksi kecacingan dalam penelitian ini.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : STH, Kecacingan,, kebersihan kuku, Personal Hygiene. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 01:57 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 01:57 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4383 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
