WIRAJUBAH, BUNGA and Sulistyasmi, Wiwit (2026) Gambaran Kadar Kreatinin Serum pada Pasien Skizofrenia yang Mengkonsumsi Obat Antipsikotik di RSKJ Soeprapto Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
HAL DEPAN UP.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1 UP.pdf Download (338kB) |
|
|
Text
BAB 2 UP.pdf Download (415kB) |
|
|
Text
BAB 3 UP.pdf Restricted to Registered users only Download (394kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 UP.pdf Restricted to Registered users only Download (294kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 UP.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
HAL BELAKANG UP.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
KTI UP PERPUS SELESAI.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis dengan respons individu terhadap gangguan psikotik yang ditandai dengan gejala pola pikir yang aneh dan tidak teratur, delusi, halusinasi, dan disfungsi psikososial. Obat antipsikotik merupakan terapi utama yang terbukti efektif dalam mengobati skizofrenia. Penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang berpotensi merusak fungsi dan meningkatkan beban kerja ginjal, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan kinerja ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kreatinin serum pada pasien penderita skizofrenia yang mengkonsumsi obat antipsikotik di RSKJ Soeprapto Kota Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena atau karakteristik suatu populasi pada satu titik waktu tertentu. Hasil : Kadar kreatinin pada pasien skizofrenia yang mengkonsumsi obat antipsikotik di RSKJ Soeprapto Kota Bengkulu memiliki kadar kreatinin serum normal laki-laki berjumlah 11 orang (36,6%), kadar kreatinin serum abnormal tinggi laki-laki berjumlah 3 orang (10%), kadar kreatinin serum abnormal rendah laki-laki berjumlah 2 orang (6,6%), kadar kreatinin serum normal perempuan berjumlah 10 orang (33,3%), kadar kreatinin serum abnormal tinggi perempuan berjumlah 4 orang (13,3%), kadar kreatinin serum abnormal rendah perempuan berjumlah 0 orang (0%). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat sebagian kecil sampel yang memiliki kadar kreatinin abnormal pada laki-laki maupun perempuan dan sebagian besar sampel memiliki kreatinin normal. Saran : Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga pola makan pasien skizofrenia agar BMI pasien ideal dan pemeriksaan fungsi ginjal pada pasien yang mengkonsumsi obat antipsikotik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Skizofrenia, Kreatinin, Obat Antipsikotik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:46 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:46 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4361 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
