HASPARI, CHELSI INDAH and Yulyana, Nispi (2026) Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas di PMB “M” Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
HALAMAN DEPAN CHELSI.pdf Download (978kB) |
|
|
Text
BAB 1 CHELSI.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
BAB 2 CHELSI.pdf Download (581kB) |
|
|
Text
BAB 3 CHELSI.pdf Restricted to Repository staff only Download (248kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 CHELSI.pdf Restricted to Repository staff only Download (406kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 CHELSI.pdf Download (223kB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG CHELSI.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
FULL LTA CHELSI.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Masa nifas merupakan periode penting yang memerlukan pemantauan dan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk mendeteksi komplikasi serta memastikan proses pemulihan ibu berjalan normal. Berdasarkan survei awal di PMB “M” dan PMB “S”, masih ditemukan ibu nifas yang belum mengetahui tentang senam nifas karena belum diterapkan dalam kunjungan nifas. Tujuan penulisan ini adalah memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal di PMB “M” Kota Bengkulu Tahun 2026 dengan menggunakan manajemen Varney dan dokumentasi perkembangan metode SOAP. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan kebidanan secara sistematis, komprehensif, dan berkelanjutan. Subjek studi kasus adalah Ny. A umur 22 tahun P1A0 dengan kondisi nifas normal 6 jam postpartum tanpa komplikasi. Asuhan diberikan mulai tanggal 16–23 Februari 2026 selama 7 hari dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan, rekam medis, dan dokumentasi asuhan kebidanan menggunakan manajemen Varney dan SOAP. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kondisi umum ibu baik, tanda-tanda vital dalam batas normal, proses menyusui berjalan lancar, kontraksi uterus baik, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan abnormal, serta tidak ditemukan masalah potensial dan kebutuhan segera. Asuhan kebidanan meliputi pemantauan keadaan ibu, involusi uterus, pengeluaran lochea, pemberian ASI, pemenuhan nutrisi dan istirahat, perawatan bayi baru lahir, serta konseling perawatan masa nifas. Senam nifas diberikan mulai hari pertama sampai hari ketujuh dan pada hari ketujuh tinggi fundus uteri sudah tidak teraba. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan pada Ny. A umur 22 tahun P1A0 selama 7 hari berjalan dengan baik dan sesuai dengan teori. Tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik dalam pelaksanaan asuhan kebidanan. Pemberian senam nifas dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung proses involusi uterus dan pemulihan kondisi ibu pada masa nifas.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Kebidanan, Ibu Nifas, Senam Nifas, Involusi Uteri, SOAP. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > D3 Kebidanan |
| Depositing User: | Unnamed user with email ebookperawat@gmail.com |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 04:31 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 04:31 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4222 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
