FITRI, NADHEA STEPHANIE and Halimatussa'diah, Halimatussa'diah (2026) Gambaran Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus yang Mengonsumsi Pengganti Gula yang Mengandung Stevia di Puskesmas Jembatan Kecil dan Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB 1 .pdf Download (264kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (269kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (349kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (294kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
HAL DEPAN.pdf Download (905kB) |
|
|
Text
KTI Full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Salah satu cara untuk menjaga agar gula darah tidak melonjak adalah dengan mengganti gula biasa menggunakan pemanis alami rendah kalori seperti Stevia. Stevia dipilih karena memiliki rasa manis yang kuat namun tidak mengandung kalori, sehingga dianggap lebih aman bagi penderita diabetes. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar gula darah pada pasien diabetes yang mengonsumsi pemanis stevia sebagai pengganti gula di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil dan Puskesmas Sukamerindu. Metode : Penelitian menggunakan metode deskriptif. Dengan jumlah 19 responden, pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kecil dan puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu Tahun 2026. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah responden mencapai 145,6 mg/dL, dengan kadar terendah 110 mg/dL dan tertinggi 210 mg/dL. Sebagian besar responden telah menderita diabetes kurang dari 5 tahun (73,6%). Selain itu, mayoritas responden (73,6%) mengonsumsi stevia setiap hari dan telah menggunakan stevia selama 1–6 bulan (78,9%). Penelitian juga menemukan bahwa sebagian besar responden (89,4%) merupakan lansia dengan usia di atas 50 tahun. Kesimpulan : Meskipun responden sudah beralih menggunakan pemanis stevia, hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien masih memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hal ini diduga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola makan yang masih mengonsumsi karbohidrat berlebih serta faktor usia. Masyarakat disarankan untuk tetap memperhatikan pola makan secara keseluruhan, bukan hanya sekadar mengganti gula dengan stevia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Diabetes Melitus, Gula Darah, Stevia. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 02:27 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 02:27 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
