Analisis Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Balita Penderita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu

ANDINI, DESI PUSPA and Gustina, Mely (2026) Analisis Kondisi Sanitasi Lingkungan Rumah Balita Penderita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
HALAMAN%20DEPAN%20%20(WATERMAK%20LOGO%20POLTEKKES).pdf

Download (531kB)
[img] Text
Bab I .pdf

Download (191kB)
[img] Text
Bab II .pdf

Download (578kB)
[img] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (432kB) | Request a copy
[img] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (286kB) | Request a copy
[img] Text
Bab V.pdf

Download (168kB)
[img] Text
Halaman Belakang.pdf

Download (2MB)
[img] Text
LTA%20DESI%20FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Stunting, yang merupakan dampak dari kekurangan gizi kronis selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan, memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan tempat tinggal. Sebuah penelitian deskriptif yang melibatkan 24 balita penderita stunting di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar, Kota Bengkulu, pada Mei–Juni 2026, telah mengevaluasi komponen rumah, sarana sanitasi, serta perilaku penghuni terkait kesehatan lingkungan. Hasilnya menunjukkan bahwa aspek fisik bangunan seperti dinding, lantai, langit-langit, serta fasilitas dasar seperti air bersih, jamban, dan pengelolaan limbah cair sudah memenuhi standar kesehatan di seluruh rumah responden (100%). Sebagian besar rumah juga telah memenuhi kriteria jendela dan pengelolaan sampah rumah tangga. Namun, kendala utama ditemukan pada aspek ventilasi dan pencahayaan, di mana seluruh rumah belum memenuhi standar ventilasi dan mayoritas (92%) belum memenuhi standar pencahayaan. Meskipun perilaku penghuni dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah sudah tergolong sangat baik, perbaikan pada sirkulasi udara dan intensitas cahaya alami di dalam rumah menjadi langkah krusial yang perlu diupayakan untuk mendukung kesehatan serta pertumbuhan balita ke depannya. Stunting a consequence of chronic malnutrition during the first 1,000 days of life is closely linked to the environmental sanitation conditions of a child's home. A descriptive study involving 24 stunted toddlers in the service area of the Sawah Lebar Community Health Center (Puskesmas), Bengkulu City, conducted between May and June 2026, evaluated housing components, sanitation facilities, and resident behaviors regarding environmental health. The results indicated that physical building elements such as walls, floors, and ceilings as well as basic facilities like clean water, latrines, and wastewater management, met health standards in all (100%) of the respondents' homes. Most homes also met the criteria for windows and household waste management. However, significant issues were identified regarding ventilation and lighting; none of the homes met ventilation standards, and the majority (92%) failed to meet lighting standards. Although resident behavior regarding environmental cleanliness and waste management was excellent, improving indoor air circulation and natural light intensity is crucial for supporting the future health and growth of these toddlers.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stunting, Sanitasi Lingkungan Rumah, Balita, Perilaku Penghuni.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Sanitasi
Depositing User: KESLING KESLING
Date Deposited: 11 Sep 2026 03:26
Last Modified: 11 Sep 2026 03:26
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/5068

Actions (login required)

View Item View Item