PRATAMA, BELA DESTA and Kermelita, Deri (2026) Kondisi Fisik Rumah Dan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dalam Pengendalian DBD Berbasis Rumah Tangga Di Wilayah Kerja Puskesmas Betungan Dan Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB I BELA.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
BAB 2 BELA.pdf Download (468kB) |
|
|
Text
BAB 5 BELA.pdf Download (461kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN BELA.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
cover bela2.pdf Download (707kB) |
|
|
Text
bab 3 (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (308kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 4 (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (241kB) | Request a copy |
|
|
Text
LTA BELA FIKS12 (3).pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Bengkulu. Kondisi fisik rumah berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan vektor dan pemberdayaan ibu rumah tangga dalam pengendalian DBD berbasis rumah tangga merupakan faktor penting dalam pencegahan DBD. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi fisik rumah dan pemberdayaan ibu rumah tangga dalam pengendalian vektor berbasis rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Betungan dan Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel berjumlah 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 50 responden di wilayah kerja Puskesmas Betungan dan 50 responden di wilayah kerja Puskesmas Sukamerindu. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan sarana air bersih atau tempat penampungan air yang tidak memenuhi syarat sebesar 58% di Betungan dan 48% di Sukamerindu, pengelolaan sampah sebesar 32% dan 44%, kamar mandi dan dapur sebesar 40% dan 54%. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53%) dan sikap baik (91%), namun tindakan pencegahan DBD masih kurang (38%). Bentuk pemberdayaan yang paling banyak diterima adalah dukungan RT/PKK (93%), keterlibatan dalam program satu rumah satu jumantik (86%), dan peran sebagai jumantik rumah tangga (82%). Hambatan meliputi kurangnya pengetahuan tentang DBD (94%), dukungan petugas kesehatan (91%), sarana pengendalian vektor (89%), waktu melakukan PSN (84%), dan biaya (70%). Disimpulkan masih ditemukan kondisi fisik rumah yang tidak memenuhi syarat serta berbagai hambatan dalam pengendalian DBD berbasis rumah tangga. Disarankan kepada puskesmas untuk meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemantauan jentik berkala, dan edukasi PSN 3M Plus secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Demam Berdarah Dengue, Kondisi Fisik Rumah, Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga, Pengendalian Vektor Berbasis Rumah Tangga |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Sanitasi |
| Depositing User: | KESLING KESLING |
| Date Deposited: | 11 Sep 2026 02:21 |
| Last Modified: | 11 Sep 2026 02:21 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4956 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
