Hubungan Berat Badan Lahir dengan Nilai Apgar Score Bayi Baru Lahir Normal di PMB Kota Bengkulu Tahun 2025

JUNITA, ICHA and Dewi, Ratna and Sholihat, Suci (2026) Hubungan Berat Badan Lahir dengan Nilai Apgar Score Bayi Baru Lahir Normal di PMB Kota Bengkulu Tahun 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
BAB I.pdf

Download (3MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
Halaman Belakang.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Halaman Depan I.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BABb V.pdf

Download (759kB)
[img] Text
BAB II (1).pdf

Download (6MB)
[img] Text
Skripsi_Icha_Junitaa.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
BAB III (3).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) tetap menjadi tantangan kesehatan global dan nasional. WHO mencatat 2,3 juta kematian neonatal di tahun 2024, salah satunya akibat asfiksia. Di Indonesia, AKB mencapai 17,82 per 1.000 kelahiran hidup, sementara Provinsi Bengkulu mencatat 11,6 per 1.000 kelahiran hidup, melampaui target Renstrada. APGAR Score menit pertama merupakan indikator klinis utama untuk menilai adaptasi bayi baru lahir terhadap risiko asfiksia, di mana berat badan lahir diduga memiliki hubungan dengan capaian nilai tersebut. Kondisi ini mendasari penelitian mengenai hubungan berat badan lahir dengan nilai APGAR Score pada bayi baru lahir normal di PMB Kota Bengkulu tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross- sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir normal di 12 PMB Kota Bengkulu tahun 2025 dengan total populasi 1.303 bayi. Sampel berjumlah 420 bayi yang dipilih menggunakan teknik proportional systematic random sampling. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen buku register persalinan sebagai data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata berat badan lahir sebesar 3160.95 gram (min 2.000 gram, maks 4.300 gram) dan rata-rata nilai APGAR Score sebesar 8,03 (min 6, maks 9). Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan nilai koefisien korelasi (ρ) = 0,064 dengan p-value = 0,190 (α = 0,05), sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara berat badan lahir dengan nilai APGAR Score pada bayi baru lahir normal di PMB Kota Bengkulu tahun 2025. Nilai APGAR Score pada populasi bayi baru lahir normal lebih dipengaruhi oleh faktor proses persalinan dan respons adaptasi bayi secara individual dibandingkan dengan besar kecilnya berat badan lahir dalam rentang normal. Tenaga kesehatan di PMB diharapkan tetap waspada terhadap faktor risiko lain yang lebih dominan dalam memengaruhi kondisi bayi saat lahir.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: APGAR Score, Bayi Baru Lahir Normal, Berat Badan Lahir, PMB
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
Divisions: Jurusan Kebidanan > D4 Kebidanan dan Profesi Bidan
Depositing User: KEBIDANAN KEBIDANAN
Date Deposited: 07 Sep 2026 06:28
Last Modified: 07 Sep 2026 06:28
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4722

Actions (login required)

View Item View Item