Gambaran Kadar Sgot (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) pada Pria yang Mengonsumsi Minuman Creatine di Pusat Kebugaran Kota Bengkulu Tahun 2026

SARWENDA, YOZALIA and Widelia Welkriana, Putri (2026) Gambaran Kadar Sgot (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) pada Pria yang Mengonsumsi Minuman Creatine di Pusat Kebugaran Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
Kti lengkap ful yozalia.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
HALAMAN DEPAN KTI YOZALIA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I KTI YOZALIA.pdf

Download (363kB)
[img] Text
BAB II KTI YOZALIA.pdf

Download (449kB)
[img] Text
BAB IV KTI YOZALIA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (466kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV KTI YOZALIA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (466kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V KTI YOZALIA.pdf

Download (335kB)
[img] Text
DAPUS,HALAMAN KTI YOZALIA.pdf

Download (0B)

Abstract

Pendahuluan : Peningkatan aktivitas fisik di pusat kebugaran mendorong penggunaan suplemen, salah satunya creatine, yang berpotensi memengaruhi fungsi hati. Salah satu indikator fungsi hati adalah kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase). Kadar SGOT dapat meningkat akibat kerusakan atau peradangan sel hati. Oleh karena itu, pemantauan kadar SGOT penting untuk mengetahui dampak konsumsi suplemen terhadap kesehatan hati. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 responden yang merupakan pria pengguna suplemen creatine di pusat kebugaran Kota Bengkulu, dipilih dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar SGOT dilakukan menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 340 nm. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (54,8%) memiliki kadar SGOT dalam batas normal dan 14 responden (46,2%) memiliki kadar SGOT meningkat. Berdasarkan lama konsumsi, 27 responden (87,1%) mengonsumsi creatine secara rutin, dan berdasarkan frekuensi konsumsi dalam seminggu, 22 responden (71,0%) tergolong rutin . Kesimpulan : Sebagian besar responden memiliki kadar SGOT dalam batas normal, namun terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar meningkat. Peningkatan kadar SGOT dapat dipengaruhi oleh konsumsi creatine, aktivitas fisik intensitas tinggi, serta faktor gaya hidup lainnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: SGOT, Creatine, Fungsi Hati, Pusat Kebugaran.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: ANALIS KESEHATAN
Date Deposited: 28 Aug 2026 08:35
Last Modified: 31 Aug 2026 04:32
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4484

Actions (login required)

View Item View Item