Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), Keragaman Pangan, dan Asupan Makan Hewani dengan Status Gizi Baduta di Indonesia: Analisis Data Sekunder SSGI 2024

BUANA, SEKAR ARUM and Simbolon, Demsa and Jumiyati, Jumiyati (2026) Hubungan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI), Keragaman Pangan, dan Asupan Makan Hewani dengan Status Gizi Baduta di Indonesia: Analisis Data Sekunder SSGI 2024. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

[img] Text
BAGIAN DEPAN.pdf

Download (563kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (315kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (364kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (367kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (556kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (291kB)
[img] Text
BAGIAN BELAKANG.pdf

Download (7MB)
[img] Text
SKRIPSI SEKAR ARUM BUANA.pdf

Download (8MB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi pada balita, seperti stunting, wasting, dan underweight, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat, baik dari segi usia pemberian, frekuensi, jenis, keragaman pangan dan asupan hewani dianggap sebagai salah satu faktor risiko utama yang memperburuk status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian MP-ASI, keragaman pangan, dan asupan makan hewani dengan status gizi baduta berdasarkan data survei nasional terbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder SSGI 2024. Sampel terdiri dari baduta 6-23 bulan. Uji Analisis dilakukan secara univariat, bivariate dengan uji chi-square, dan multivariate dengan regresi logistik biner. Hasil: Hasil analisis multivariat setelah dikontrol variabel confounding menunjukkan ada hubungan signifikan antara frekuensi pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dengan status gizi underweight (p-value 0,002) dan stunting (p-value 0,001). Jenis MP-ASI yang tidak lengkap juga ada hubungan yang signifikan dengan status gizi underweight (p-value 0,005) dan stunting (p-value 0,001). Selain itu, keragaman pangan yang tidak lengkap juga berhubungan dengan status gizi underweight (p-value 0,001), stunting (p-value 0,001), dan wasting (p-value 0,001). Kesimpulan: Praktik pemberian MP-ASI yang sesuai sangat penting dalam menentukan status gizi anak, intervensi edukasi bagi ibu mengenai ketepatan frekuensi, jenis MP-ASI dan keragaman pangan perlu ditingkatkan untuk menekan gizi kurang di Indonesia

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Asupan makan hewani, Keragaman Pangan, MP-ASI, Status gizi
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan Gizi > D4 Gizi
Depositing User: GIZI GIZI
Date Deposited: 28 Aug 2026 04:53
Last Modified: 28 Aug 2026 04:53
URI: http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4471

Actions (login required)

View Item View Item