CANTIKA, RESILIA and Riyadi, Agung (2026) Penerapan Terapi Musik Klasik Untuk Mengontrol Halusinasi Pada Pasien Dengan Gangguan Persepsi Halusinasi Pendengaran Di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
BAB II TINJAUN PUSTAKA.pdf Download (466kB) |
|
|
Text
BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (166kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (262kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Download (62kB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
HALAMANN DEPAN.pdf Download (277kB) |
|
|
Text
KTI Resilia Fiks.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Halusinasi pendengaran merupakan gangguan persepsi sensori ketika individu mendengar suara atau bunyi tanpa adanya rangsangan nyata. Kondisi ini dapat mengganggu konsentrasi, aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan risiko perilaku yang membahayakan sehingga diperlukan penatalaksanaan nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan terapi musik klasik dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Responden berjumlah dua orang pasien yang dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi berupa terapi musik klasik diberikan selama 10 menit, dua kali sehari, selama lima hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran menggunakan Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan skor AHRS pada kedua responden. Skor Ny. S menurun dari 20 menjadi 12, sedangkan skor Nn. N menurun dari 27 menjadi 12. Selain itu, frekuensi dan intensitas halusinasi berkurang, pasien tampak lebih tenang, lebih mampu berkonsentrasi, dan lebih mampu mengontrol halusinasi. Berdasarkan hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi musik klasik membantu mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | halusinasi pendengaran, terapi musik klasik, AHRS, gangguan persepsi sensori |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | KEPERAWATA KEPERAWATAN |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 07:11 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
