MERZILIA, GITSKA and Simbolon, Demsa (2026) Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB I (1).pdf Download (167kB) |
|
|
Text
BAB II .pdf Download (257kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (207kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (305kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V .pdf Download (125kB) |
|
|
Text
Daftar pustaka dan lampiran .pdf Download (1MB) |
|
|
Text
LTA D3 GIZI GITSKA MERZILIA.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
Halaman depan (cover,pengesahan dll).pdf Download (391kB) |
Abstract
Pendahuluan: Hingga saat ini, Tuberkulosis (TB) tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, tidak terkecuali di Indonesia. Kondisi klinis pasien TB seringkali disertai masalah malnutrisi yang berisiko menurunkan efektivitas terapi. Berdasarkan latar belakang tersebut, studi kasus ini difokuskan untuk menerapkan serta menguraikan pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien dewasa dengan diagnosis TB paru yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu pada tahun 2026. Metode: Rancangan penelitian yang dipakai adalah deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus tunggal pada pasien TB dewasa yang diambil secara purposive menyesuaikan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengumpulan informasi pasien diperoleh lewat beberapa tahapan, meliputi penilaian risiko malnutrisi dengan Malnutrition Screening Tool (MST), food recall 24 jam, Food Frequency Questionnaire (FFQ), pengukuran antropometri, analisis data laboratorium/biokimia, pemeriksaan fisik atau klinis, serta anamnesis riwayat klien. Langkah berikutnya meliputi penentuan diagnosis gizi, penerapan diet Energi Tinggi Protein Tinggi (ETPT), pelaksanaan edukasi gizi, serta kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala selama lima hari perawatan. Hasil: Kasus ini melibatkan pasien wanita berumur 37 tahun dengan status gizi kurang (BB 40 kg, IMT 17,77 kg/m²). Asupan harian pasien sebelum masuk rumah sakit tidak mencukupi kebutuhan (energi 53%, protein 45%, dan karbohidrat 43%). Secara klinis, pasien mengeluhkan batuk, sesak, dan lemas, serta didukung temuan medis berupa leukositosis, anemia ringan, dan trombositosis. Masalah gizi yang teridentifikasi mencakup ketidakcukupan asupan energi-protein, ketidaknormalan data lab gizi, serta penurunan berat badan involunter. Kesimpulan: Intervensi diet ETPT yang diberikan selama tiga hari (1.546,74 kkal/hari dan protein 77,33 gram/hari) menunjukkan keberhasilan pada pemenuhan protein dan lemak yang berhasil mencapai target (84-111% dan 83-109%). Walau begitu, asupan energi dan karbohidrat masih kurang (masing-masing 67-80% dan 53-67%). Edukasi yang diberikan juga sukses menaikkan skor pengetahuan dari 65% menjadi 80%. Secara garis besar, PAGT berhasil memperbaiki aspek klinis, asupan lemak-protein, serta pemahaman gizi pasien. Namun, optimalisasi asupan energi dan karbohidrat memerlukan pengawasan gizi yang jauh lebih intensif selama masa perawatan inap TB.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis, Proses Asuhan Gizi Terstandar, diet tinggi energi tinggi protein, edukasi gizi 32 Daftar Pustaka : 2019-2025 |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Gizi > D3 Gizi |
| Depositing User: | GIZI GIZI |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:38 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:38 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4354 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
