PUTRI, NABILA KISMANDA and Nugroho, Nehru (2026) Penerapan Terapi Okupasi Membuat Kerajinan Tangan terhadap Peningkatan Harga Diri Pasien dengan Harga Diri Rendah (HDR) Di RSKJ Soeprapto Kota Bengkulu Tahun 2026. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES BENGKULU.
|
Text
KTI FIKS NABILA_.pdf.pdf Download (762kB) |
|
|
Text
bab 1 nab.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
bab 2 nab.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
bab 3 nab.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 4 nab.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 5 nab.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
belakang nab.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
KTI FIKS NABILA_.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
KTI FIKS NABILA_.pdf.pdf Download (762kB) |
Abstract
Menurut World Health Organitation (2020) Prevalensi Orang Gangguan Jiwa terus meningkat secara global dan indonesia, di perkirakan 10% orang dewasa mengalami gangguan jiwa saat ini. Di Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi gangguan jiwa berat di indonesia mencapai 1,7 juta jiwa. Diprovinsi Bengkulu khususnya di Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto (RSKJ) Provinsi Bengkulu data jumlah pasien mengalami gangguan jiwa yang dirawat inap pada tahun 2024 yaitu sebanyak 4.324 pasien dan terjadi peningkatan pada tahun 2025 pasien yang dirawat inap sebanyak 4.407 pasien (RSKJ Soeprapto Bengkulu tahun 2025). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Penerapan terapi okupasi membuat kerajinan tangan terhadap peningkatan harga diri pasien dengan harga diri rendah (HDR). Responden berjumlah 2 partisipan yang di berikan intervensi terapi okupasi membuat kerajinan tangan. Pada partisipan pertama Tingkat harga diri pasien sebelum dilakukan penerapan terapi okupasi kerajinan tangan berada pada Skor 10 yaitu harga diri rendah dan sesudah dilakukan penerapan terapi okupasi kerajinan tangan berada pada Skor 26 yaitu harga diri tinggi. Pada partisipan ke dua, sebelum dilakukan penerapan terapi okupasi kerajinan tangan berada pada skor 9 yaitu harga diri rendah dan sesudah dilakukan penerapan terapi okupasi kerajinan tangan berada pada skor 25 dan termasuk harga diri rendah tinggi. Dengan demikian, pemberian intervensi terapi okupasi membuat kerajinan tangan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kemandirian keluarga dan direkomendasikan sebagai terapi keperawatan non farmakologis.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Kerajinan Tangan, Harga Diri Rendah |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | KEPERAWATA KEPERAWATAN |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 05:04 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 05:04 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/5107 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
