SASMITA, SANDRI and Halimatussadi'ah, Halimatussadi'ah (2026) Gambaran Hitung Jumlah Leukosit Larutan Turk dan Larutan Modifikasi Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingle) dengan Umbi Bit (Beta Vulgaris L). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
bab 1 up fixx.pdf Download (512kB) |
|
|
Text
bab II UP MITA FIX.pdf Download (330kB) |
|
|
Text
bab 3 benar fix.pdf Restricted to Repository staff only Download (816kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 4 benar fix_merged_removed.pdf Restricted to Repository staff only Download (312kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V FIX LAST.pdf Download (63kB) |
|
|
Text
HALAMAN DEPAN REVISI REPOSITORY.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG REVISI REPOSITORY.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
FULL REVISI REPOSITORY KTI MITA.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Pemeriksaan hematologi hitung jumlah leukosit menggunakan larutan turk sering kali dilakukan. Penelitian didasarkan pada keterbatasan larutan Turk sulit diakses di daerah terpencil, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan dan ekonomis menggunakan bahan alami. Jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle) berfungsi sebagai pelisis eritrosit, sedangkan umbi bit (beta vulgaris L) sebagai pewarna leukosit dengan pigmen betalain. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran hitung jumlah leukosit pada darah normal menggunakan larutan Turk dan larutan modifikasi jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) dengan umbi bit (Beta vulgaris L). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan dua perlakuan larutan Turk dan larutan modifikasi jeruk nipis (citrus aurantifolia swingle) dengan umbi bit (beta vulgaris L) serta total 16 kali pengulangan. Sampel berupa darah normal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi., dengan analisis menggunakan kamar hitung improved neubauer. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah leukosit larutan Turk sebesar 6.025 sel/mm³ (dalam rentang normal 5.000-10.000 sel/mm³), sedangkan larutan modifikasi sebesar 4.075 sel/mm³ (di bawah normal). Larutan modifikasi memiliki simpangan deviasi lebih kecil sebesar 59,38 dan nilai simpangan deviasi hitung jumlah leukosit larutan turk senilai 75,59 dengan potensi 67,63%. Perbedaan ini disebabkan oleh pH asam jeruk nipis yang terlalu dominan (pH 3) yang merusak pigmen betalain sebelum mewarnai inti leukosit secara permanen, serta degradasi termal dan oksidasi selama ekstraksi bubuk umbi bit. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian adalah larutan modifikasi memiliki potensi sebagai alternatif ekonomis, namun akurasi pewarnaan dan hitungan leukosit masih perlu dioptimalkan. Hal ini disebabkan oleh faktor pH asam jeruk nipis nipis (citrus aurantifolia swingle) yang terlalu dominan dan degradasi pigmen betalain selama proses ekstraksi bubuk umbi bit (beta vulgaris L) , yang mengurangi intensitas pewarnaan inti leukosit.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hitung leukosit manual, larutan Turk, jeruk nipis, umbi bit, pigmen betalain, alternatif reagen. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 08:37 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 07:18 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4498 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
