FIRMANSYAH, NOVAN ELZI and Widada, Agus (2026) Potensi Campuran Tumbuhan Kacang Tanah, Tumbuhan Orok-Orok, Tumbuhan Eceng Gondok, dan Kotoran Hewan, Sebagai Kompos Dengan Kandungan Unsur C-Organik dan Rasio C/N. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
This is the latest version of this item.
|
Text
Halaman Depan.pdf Download (811kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (556kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (270kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (234kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAPUS NOVAN.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
LTA Novan Elzi Firmansyah.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 (1).pdf Download (324kB) |
Abstract
Latar Belakang : Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan baku kompos merupakan salah satu upaya pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tumbuhan kacang tanah, tumbuhan orok-orok, tumbuhan eceng gondok, dan kotoran kambing memiliki kandungan bahan organik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan C-Organik dan rasio C/N pada kompos berbahan tumbuhan kacang tanah, tumbuhan orok-orok, tumbuhan eceng gondok, dan kotoran kambing dengan aktivator EM4. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan tiga perlakuan dan satu kontrol. Perlakuan X1 terdiri dari 1 kg tumbuhan kacang tanah, 2 kg tumbuhan orok-orok, 3 kg tumbuhan eceng gondok, dan 1 kg kotoran kambing. Perlakuan X2 terdiri dari 2 kg tumbuhan kacang tanah, 3 kg tumbuhan orok-orok, 1 kg tumbuhan eceng gondok, dan 1 kg kotoran kambing. Perlakuan X3 terdiri dari 3 kg tumbuhan kacang tanah, 1 kg tumbuhan orok-orok, 2 kg tumbuhan eceng gondok, dan 1 kg kotoran kambing. Perlakuan X0 sebagai kontrol terdiri dari kotoran kambing dan aktivator EM4. Proses pengomposan dilakukan selama 30 hari dengan pembalikan setiap dua hari sekali. Sampel kompos kemudian diuji di Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Bengkulu. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar C-Organik pada perlakuan X0 sebesar 15,08%, X1 sebesar 23,13%, X2 sebesar 20,76%, dan X3 sebesar 23,60%. Seluruh perlakuan telah memenuhi persyaratan minimum C-Organik berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Rata-rata rasio C/N pada perlakuan X0 sebesar 7,43, X1 sebesar 35,58, X2 sebesar 13,66, dan X3 sebesar 15,53. Berdasarkan standar mutu kompos, perlakuan X2 dan X3 memenuhi persyaratan rasio C/N, sedangkan perlakuan X1 belum memenuhi standar. Kesimpulan : Hasil dari studi ini mengindikasikan bahwa rata-rata kandungan C-Organik pada perlakuan X0, X1, X2, dan X3 semua perlakuan tersebut telah memenuhi ketentuan minimum C-Organik menurut Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Rata-rata rasio C/N untuk perlakuan X0 adalah 7,43, X1 35,58, X2 13,66, dan X3 15,53. Berdasarkan standar kualitas kompos, perlakuan X2 dan X3 telah memenuhi kriteria rasio C/N, sementara perlakuan X1 tidak memenuhi batasan yang ditetapkan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kompos, Unsur C-organik, Rasio C/N |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Sanitasi |
| Depositing User: | KESLING KESLING |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 02:34 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 02:34 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/5177 |
Available Versions of this Item
Actions (login required)
![]() |
View Item |
