AZZAHRA, AMALIYAH SYAFA and Farizal, Jon (2026) Gambaran proses deparafinisasi menggunakan air jeruk nipis sebagai pengganti xylol pada pewarnaan hematoxylin eosin (he). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB 1 UP.pdf Download (308kB) |
|
|
Text
BAB 2 UP.pdf Download (507kB) |
|
|
Text
BAB 3 UP.pdf Restricted to Repository staff only Download (411kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 UP.pdf Restricted to Repository staff only Download (476kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 UP.pdf Download (351kB) |
|
|
Text
HAL BELAKANG UP.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
KTI SYAFA HAL DEPAN LAST.pdf Download (791kB) |
|
|
Text
KTI SYAFA LAST FULL.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: penggunaan xylol sebagai agen deparafinisasi dalam proses pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE) yang masih menjadi standar di laboratorium histopatologi. Xylol memiliki kemampuan tinggi dalam melarutkan parafin sehingga menghasilkan preparat yang jernih dan optimal, namun bersifat toksik, mudah menguap, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi tenaga laboratorium. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan ekonomis. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang mengandung senyawa aktif seperti asam sitrat dan limonen yang dapat melarutkan lemak dan lilin parafin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses deparafinisasi menggunakan air jeruk nipis sebagai pengganti xylol pada pewarnaan HE. Metode: penelitian yang digunakan adalah deskriptif laboratorium dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian terdiri dari 40 preparat jaringan hati ayam broiler (Gallus gallus domesticus) yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 preparat menggunakan xylol sebagai kontrol dan 20 preparat menggunakan air jeruk nipis 100% sebagai perlakuan. Penilaian kualitas preparat dilakukan secara mikroskopis berdasarkan tiga parameter utama, yaitu kontras inti, kebersihan latar belakang, dan keseragaman pewarnaan menggunakan sistem skoring. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa penggunaan xylol menghasilkan kualitas preparat sebesar 100% kategori baik, sedangkan penggunaan air jeruk nipis menghasilkan 50% kategori baik dan 50% tidak baik. Hal ini menunjukkan bahwa air jeruk nipis memiliki kemampuan melarutkan parafin, namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan xylol. Kesimpulan: penelitian ini adalah air jeruk nipis berpotensi sebagai alternatif agen deparafinisasi yang lebih aman dan ramah lingkungan, namun belum dapat sepenuhnya menggantikan xylol.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Deparafinisasi, jeruk nipis, xylol, hematoxylin eosin, histologi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 01:15 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 01:15 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
