FIRNAWATI, FIRNAWATI and Simbolon, Demsa and Suryani, Desri (2026) Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita di Indonesia (Analisis Data Ssgi 2024). Other thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
Halaman Depan.pdf Download (625kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (285kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (502kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (337kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (705kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
Halaman Belakangg.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA (ANALISIS DATA SSGI 2024).pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Masalah gizi pada balita, seperti stunting, wasting, dan underweight, masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Pada tahun 2023, prevalensi stunting sebesar 21,5%, underweight 15,9%, dan wasting 8,5%. Berbagai faktor memengaruhi kondisi ini, salah satunya adalah riwayat penyakit infeksi. Penyakit infeksi seperti ISPA, diare, pneumonia, dan tuberkulosis dapat berdampak pada malnutrisi melalui penurunan nafsu makan, gangguan penyerapan nutrisi, serta peningkatan kebutuhan energi tubuh. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian malnutrisi pada balita di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder SSGI 2024. Populasi penelitian mencakup seluruh balita berusia 0–59 bulan di Indonesia dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen terdiri dari riwayat ISPA, diare, pneumonia, dan tuberkulosis, sedangkan variabel dependen adalah malnutrisi pada balita. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Menunjukkan bahwa ISPA dan pneumonia tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian malnutrisi pada balita. Sebaliknya, riwayat diare dan tuberkulosis menunjukkan hubungan yang signifikan. Faktor lain seperti usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status sosial ekonomi, tempat tinggal, berat badan lahir dan panjang badan lahir juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian malnutrisi pada balita Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa diare dan tuberkulosis merupakan faktor yang berhubungan dengan malnutrisi balita. Sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penanganan tuberkulosis secara optimal sebagai bagian dari intervensi untuk memperbaiki malnutrisi balita di Indonesia, dan diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain seperti sanitasi lingkungan, pola asuh, pola makan, dan akses pelayanan kesehatan, serta menggunakan metode analisis yang lebih mendalam agar mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Riwayat Penyakit Infeksi, Malnutrisi, SSGI |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Gizi > D4 Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with email ebookperawat@gmail.com |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 07:56 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 07:56 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4203 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
