SEKARTINI, NI WAYAN AVRILIA and Sahidan, Sahidan (2026) Gambaran Angka Kuman Udara Sebelum dan Setelah Penyinaran Lampu Ultraviolet di Laboratorium Bakteriologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
BAB I SEKAR 19-24.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
BAB II SEKAR 25-43.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
BAB III SEKAR 44-55.pdf Restricted to Repository staff only Download (383kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV SEKAR 56-63.pdf Restricted to Repository staff only Download (226kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V SEKAR 64-65.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
HALAMAN BELAKANG SEKAR 66-95.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Halaman Depan (3).pdf Download (926kB) |
|
|
Text
KARYA TULIS ILMIAH LENGKAP-1.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Kontaminasi udara di laboratorium bakteriologi menimbulkan risiko terjadinya kontaminasi silang pada sampel, menurunnya validitas hasil pemeriksaan, serta gangguan kesehatan. Patogen yang ditularkan melalui udara seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa menyebar melalui aerosol akibat aktivitas kultur dan manipulasi sampel, menjadikan laboratorium bakteriologi sebagai lingkungan berisiko tinggi. Angka bakteri udara di ruang mikrobiologi dapat melebihi batas maksimum yang ditetapkan, sehingga diperlukan pengendalian kontaminasi udara. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui angka kuman udara sebelum dan setelah penyinaran lampu ultraviolet di Laboratorium Bakteriologi Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif komparatif pendekatan One Group Pre-Post Test. Pengambilan sampel udara dilakukan secara pasif menggunakan metode settle plate, yaitu dengan memaparkan lima cawan petri berisi media Plate Count Agar (PCA) pada lima titik ruangan selama 15 menit, sebelum dan setelah penyinaran lampu Ultraviolet. Penyinaran dilakukan menggunakan dua lampu Ultraviolet berdaya 24 watt selama 30 menit, kemudian diberikan waktu tunggu selama 15 menit untuk menstabilkan kondisi udara. Koloni mikroorganisme yang tumbuh dihitung menggunakan colony counter dan dikonversikan ke dalam satuan CFU/m³. Hasil : Pada hari pertama, rata-rata angka kuman udara mengalami penurunan dari 2.515 CFU/m³ menjadi 2.012,6 CFU/m³ dengan persentase penurunan sebesar 19,96%. Pada hari kedua, angka kuman udara menurun dari 2.180 CFU/m³ menjadi 1.561 CFU/m³ dengan persentase penurunan sebesar 28,4%. Kesimpulan : Radiasi UV-C terbukti efektif dalam menurunkan jumlah mikroorganisme udara di laboratorium bakteriologi. Namun, angka mikroba udara setelah penyinaran masih melebihi batas maksimum 700 CFU/m³ yang ditetapkan oleh KEMENKESRI. Hal ini menunjukkan bahwa lampu UV berdaya 24 watt yang digunakan belum mampu menjangkau seluruh area laboratorium secara optimal, sehingga diperlukan pengaturan dan konfigurasi lampu UV yang lebih efektif.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lampu ultraviolet, kuman udara, laboratorium bakteriologi, penurunan mikroorganisme. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Analis Kesehatan > Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | ANALIS KESEHATAN |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 03:36 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 03:36 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4510 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
