ARAFAH, FIDYAH FITRAH and Yuliantini, Emy (2026) Formulasi Oatmeal Dengan Bahan Tepung Komposit (Kacang Hijau, Jagung Manis, dan Ubi Jalar) Terhadap Daya Terima Organoleptik. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
Halaman Depan .pdf Download (582kB) |
|
|
Text
Bab I .pdf Download (214kB) |
|
|
Text
Bab II .pdf Download (422kB) |
|
|
Text
Bab III .pdf Restricted to Repository staff only Download (676kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab IV .pdf Restricted to Repository staff only Download (493kB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab V .pdf Download (211kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka & Lampiran .pdf Download (3MB) |
|
|
Text
KTI D3 GIZI-FIDYAH FITRAH ARAFAH.pdf Download (5MB) |
Abstract
Oat dan gandum sebagai bahan baku utama oatmeal bukanlah tanaman asli Indonesia. Oatmeal termasuk bahan pangan yang mengandung serat alami diantaranya kalsium, magnesium, zat seng, zat besi, fosfor, thiamin, kalium, niacin, vitamin B6, asam folat, riboflavin dan antioksidan. Oatmeal (Avena sativa) biji-bijian dan biji benih tanaman. Oatmeal dapat memberikan konstribusi protein pada tubuh manusia serta sebagai makanan yang sehat dan praktis sebagai alternatif sarapan pagi. Salah satu alternatif pemanfaatan tepung oatmeal dan tepung kacang hijau adalah dalam pembuatan flakes sebagai alternatif sarapan pagi, Jagung manis (Zea mays saccharata) adalah salah satu bahan lokal yang memiliki potensi besar sebagai dasar pembuatan oatmeal. Ubi jalar kelompok tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan sebagai komoditas pertanian sumber karbohidrat setelah gandum, beras, jagung dan singkong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula oatmeal dengan bahan tepung komposit ( kacang hija, jagung manis dan ubi jalar) terhadap daya terima organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental terhadap daya terima penambahan varian kacang hijau pada oatmeal dengan uji organoleptik pada 30 panelis. Data yang diambil adalah data tingkat kesukan panelis terhadap aroma, tektur, rasa dan warna terhadap 3 produk dengan 4 perlakuan: F0 (40 gr tepung kacang hijau, 40 gr tepung jagung manis, 40 gr tepung ubi jalar ungu), F1(36 gr tepung kacang hijau, 12 gr tepung jagung manis, 12 gr ubi jalar ungu), F2 (72 gr tepung kacang hijau, 24 gr tepung jagung manis, 24 gr tepung ubi jalar ungu), dan F3 (108 tepung kacang hijau, 36 gr tepung jagung manis, 36 gr tepung ubi jalar ungu). Uji statistik yang dignakan Kruskal Walls (p<0,05) lalu dilanjutkan dengan uji Mann- Whitney. Formulasi F0 dan F1 menjadi yang paling unggul dalam aspek warna dengan rata rata 4,07 dan 3,04. Formulasi F1 dan F2 merupakan yang palig disukai dalam aspek rasa dengan rata rata 2,93 dan 2,77. Formulasi F3 paling disukai dalam aspek tektur dengan rata rata 2,93. Formulasi F1 merupakan yang paling disukai dalam aspek aroma dengan rata rata 2,97. Kesimpulan penelitian Penilaian terhadap aspek rasa, tektur dan aroma dapat disimpulkan tingkat kesukan panelis tidak menunjukan perbedaan yang signifikan tetapi pada aspek warna formula F0 menjadi formula yang paling disukai oleh penelis karena memiliki warna yang lebih cerah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | oatmeal, tepung kompsit, kacang hijau, jagung manis, ubi jalar 16 Daftar Pustaka : 2016-2024 |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Gizi > D3 Gizi |
| Depositing User: | GIZI GIZI |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 04:15 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 04:15 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4449 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
