AISYAH, NAYA NABILA and Yuliantini, Emy and Yulianti, Risda (2026) Daya Terima Dan Analisis Proximat Snack Bar Oat Berbasis Tepung Ubi Ungu(Ipomea Batatas L.Poir) Dan Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Sebagai Camilan Fungsional Penderita Diabetes Melitus. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
|
Text
halamn depan.pdf Download (840kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (362kB) |
|
|
Text
bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (358kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (348kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 5.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
halaman belakang.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Skripsi Naya Nabila Aisyah.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit degeneratif yang memerlukanpengaturan pola makan, terutama dalam pemilihan camilan sehat dan rendah karbohidrat. Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti tepung ubi ungu dan tepungkacang merah berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional karena mengandung serat, antosianin, dan zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima organoleptik serta karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, kadar serat, dan kadar gula pereduksi) snack bar oat berbasis tepung ubi ungu (varietas lokal dan Ayamurasaki) dan tepung kacang merah sebagai camilan fungsional bagi penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada tiga formulasi snack bar (F1, F2, F3). Uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur) dilakukan oleh 30 panelis terlatih menggunakan skala hedonik. Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney. Analisis proksimat meliputi kadar air, kadar abu, kadar serat, dan kadar gula pereduksi (metode Luff Schoorl). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F2 (70 g tepung ubi ungu Ayamurasaki + 30 g tepung kacang merah) memperoleh tingkat kesukaan tertinggi pada semua parameter organoleptik. Terdapat perbedaan signifikan pada parameter warna dan tekstur (p<0,05), sedangkan aroma dan rasa tidak berbeda signifikan (p>0,05). Hasil analisis pada F2 menunjukkan kadar air 17,12%, kadar abu 1,95%, kadar serat 1,65%, dan kadar gula pereduksi 10,41%. Kesimpulan: Variasi formulasi tepung ubi ungu dan tepung kacang merah berpengaruh terhadap daya terima organoleptik dan karakteristik kimia snack bar oat. Formulasi F2 merupakan formulasi terbaik yang paling diterima panelis dan berpotensi sebagai camilan fungsional rendah gula sederhana bagi penderita diabetes melitus.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | snack bar oat, tepung ubi ungu, tepung kacang merah, uji organoleptik, analisis proksimat, diabetes melitus |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Jurusan Gizi > D4 Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with email ebookperawat@gmail.com |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 07:19 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 07:20 |
| URI: | http://repository.poltekkesbengkulu.ac.id/id/eprint/4211 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
